Tempoyak Durian

Penjelasan:

Tempoyak sendiri dapat dibikin dengan “tidak sengaja”, yaitu membiarkan buah durian masak selama 3-4 hari sampai berubah menjadi asam. Atau, dapat dibuat dengan sengaja. Pembuatan tempoyak dilakukan dengan cara memisahkan daging buah durian, lalu menghancurkannya dengan garpu. Ini adalah pembuatan tempoyak skala rumahtangga. Lalu, diberi garam, sebanyak 2% bobot daging buah.

Garam ini ditambahkan untuk membantu pertumbuhan mikroorganisme ragi. Hanya saja, garam tidak boleh terlalu banyak dipakai, karena akan menyebabkan rasa tempoyakl menjadi asin. Padahal, tempoyak “yang benar berasa asam.


Bahan:

Durian, Garam, Cabe, Daun pisang


Cara membuat:

Bahan 1 durian ranum atau dapat juga durian dari lemari pembeku berat per kantong plstk 250 gr, biasanya dari Thailand.

1 cabe merah segar cuci dulu, garam laut 2 % dari berat pulp durian tanpa biji Hancurkan dan remat campur durian dengan garam, sediakan plastic bak yang ada tutupnya,alasi dengan daun pisang (layukan dulu diatas api, dan bersihkan) masukkan adonan pulp durian, taruh cabe diatasnya, tutup dengan daun pisang, dan tutup plastik bak. Bungkus dengan kain, taruh ditempat yang aman (diatas lemari) selama 10 hari.

Bagaimana cara menikmati tempoyak? Bagi yang sudah terbiasa, tempoyak dapat dimakan begitu saja dengan nasi hangat. Untuk “pemula”, tersedia bermacam makanan dengan bumbu tempoyak. Tidak hanya di Indonesia, di Malaysia pun tempoyak menjadi makanan yang banyak digemari. Apalagi di masak sambal campur pete, dimakan dengan nasi dan lalap timun.

Jika anda ingin mengetahui seperti apa nikmatnya tempoyak, namun masih terbersit perasaan kuatir tenang rasanya, saya sarankan mengikuti jejak saya. Bikin sendiri tempoyak, sehingga mutunya bisa dijamin.

Tanpa sengaja, saya telah menghasilkan tempoyak, ketika 500 gram daging durian Monthong masak yang saya beli tertinggal di kulkas selama hampir 10 hari. Karena berasa asam, hampir saja “harta karun” ini saya buang ke tempat sampah. Biasanya, saya menikmati durian sebagai campuran es teler. Jadi, hanya durian manis yang saya konsumsi. Sebelum masuk tempat sampah, saya teringat bahwa tempoyak juga berasa asam. Tanpa tahu bahwa durian asam itu memang tempoyak, saya bikin sambal goreng teri, dengan tambahan bumbu durian asam itu. Saya pikir, kalau tidak enak, ya tinggal dibuang saja.

Ternyata, sambal goreng teri plus “durian asam” ini lebih enak dari tempoyak “lokal” yang saya pernah dapat. Karena terbuat (bukan dibuat dengan sengaja, he..he…) dari durian Monthong, aromanya tidak tajam, tapi masih berasa. Yakinlah saya bahwa saya tidak sedang mencampur sambal goreng teri dengan limbah durian, tapi dengan home-made tempoyak yang yummyyy. Pengecekan ke internet meyakinkan saya bahwa itu adalah tempoyak yang saya bikin dengan tidak sengaja.

Sambal goreng teri adalah pilihan menu tempoyak saya, karena sangat mudah dibikin, dan kebetulan semua bahannya ada di kulkas rumah.Ada pilihan masakan tempoyak lain, biasanya berbasis ikan.

About these ads

Satu Tanggapan to “Tempoyak Durian”

  1. rajab507 Says:

    kampret lu

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: